Pengertian, Ciri-ciri, Fungsi Musik Tradisional Kesenian Khas Nusantara Yang Membanggakan

Musik tradisional menjadi salah satu bagian dari kesenian khas Nusantara yang amat membanggakan. Memang sejatinya musik tradisional mampu menjadi daya tarik sekaligus perhatian untuk semua kalangan. Namun sekarang tampaknya minat akan kesenian musik tradisional berkurang. Hal ini tentu dikarenakan masuknya budaya musik luar negeri yang berkembang cepat di Indonesia

Pengertian Musik Tradisonal Menurut Beberapa Ahli

Sebelum mengulas lebih dalam terkait musik tradisional. Ada baiknya kita menyimak apa sih pengertian dari musik tradisional. Musik bisa atau dapat dikatakan sebagai sebuah cetusan ekspresi atau sebuah ide yang disalurkan melalui bentuk bunyi. Nah, sedangkan asal kata musik sendiri berasal dari kata bahasa Yunani yakni mousike, diambil dari nama dewa dalam sebuah mitologi.

Mitologi tersebut berasal dari Yunani kuno yang dinamakan Mousa. Kemudian selanjutnya adalah pengertian tradisional. Kata tradisional berasal dari kata Traditio yang merupakan bahasa latin. Traditio berarti kebiasaan yang sifatnya turun menurun, taau dapat dikatakan sebagai budaya asli. Di Indonesia sendiri, tradisional memiliki makna sebuah budaya atau culture yang diwariskan oleh nenek moyang.

Adapun pengertian musik tradisional menurut Sedyawati (1992 : 23). Musik tradisional adalah musik yang digunakan sebagai perwujudan dan nilai budaya yang sesuai dengan tradisi. Pendapat lain disampaikan oleh Tumbijo tahun 1977 Musik tradisional adalah seni budaya yang sejak lama turun menurun telah hidup dan berkembang pada suatu daerah tertentu.

Dari beberapa opini menurut beberapa ahli tadi. Dapat disimpulkan bahwa musik tradisional merupakan musik asli masyarakat yang diwariskan secara turun menurun, kemudian berkembang pada masyarakat di suatu daerah. Atau juga musik tradisional adalah sebuah hasil dari cetusan atau sebuah pemikiran yang dituangkan (ekspresikan) melalui nada juga suara. Lalu berkembang dengan sentuhan masyarakat suatu daerah.

Ciri-Ciri Musik Tradisional Yang Harus Anda Ketahui

musik tradisional
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Ciri-ciri musik tradisional dibawah ini merupakan hal-hal yang membedakannya dengan musik lainnya. Supaya anda tak penasaran lagi, baiklah ini dia ciri-ciri musik tradisional yang mesti anda ketahui.

1. Dapat dipelajari secara lisan

Musik tradisional dalam proses pembelajaran nya atau perkembangannya, tidak terlepas dengan media lisan. Ketika generasi sebelumnya ingin mewariskan sebuah seni musik tradisional. Maka yang harus dilakukan yaitu mengajarkan generasi berikutnya secara langsung dari lisan ke lisan. Kemudian generasi tersebut mewariskan kembali kepada generasi mendatang dengan media yang sama pula yakni melalui lisan.

2. Banyak Melibatkan Alat Musik Daerah

Kebanyakan musik tradisional atau lagu daerah dibawakan atau dimainkan dengan alat-alat musik tradisional setempat. Seperti lagu tradisional gundul-gundul pacul yang berasal dari Jawa Tengah. Musik tradisional tersebut dibawakan dengan iring-iringan alat musik gamelan Jawa, seperti gendang, saron, gong, peking, dan banyak alat musik tradisional lainnya.

3. Bagian Dari Budaya Masyarakat

Musik tradisional merupakan penggambaran dari kebudayaan sekaligus karakter dari pada suatu daerah. Sehingga banyak berbagai masyarakat suatu daerah yang menggabungkan kebudayaan. Penggabungan kebudayaan dan juga musik tradisional, dilakukan untuk menunjukkan karakter masyarakat pembuat musik tradisional tersebut.

4. Para Pemain Tidak Terspesialisasi

Pada kesenian musik tradisional banyak para pemainnya yang bisa memainkan lebih dari satu alat musik. Karena memang para pemain alat musik tradisional tidak hanya mempelajari satu jenis alat musik saja. Mereka memainkan sekaligus belajar dengan bermacam-macam alat musik tradisional. Maka dari itu ciri-ciri musik tradisional yakni pemainnya tidak memiliki spesialisasi.

5. Lirik Lagu yang Berbahasa Daerah

Hampir sama dengan ciri-ciri sebelumnya yaitu musik tradisional adalah bagian dari masyarakat. Biasanya atau pada umumnya, musik tradisional dibuat dengan menggunakan bahasa daerah dimana musik tersebut dibuat. Tentunya hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Alasan yang paling kuat yaitu, sebagai ciri khas dari lagu atau musik tradisional yang mereka ciptakan.

6. Tidak Mempunyai Notasi

Ciri khas musik tradisional selanjutnya mempunyai hubungan erat dengan poin pertama. Musik tradisional berkembang melalui lisan ke lisan, hal inilah yang membuat musik tradisional tidak mempunyai catatan-catatan khusus. Catatan khusus tersebut dapat berupa partitur atau bisa pula berupa notasi dari suatu musik tradisional. Sehingga akan banyak ditemui musik tradisional yang tidak memiliki notasi.

Fungsi Alat Musik Tradisional Yang Tidak Banyak Diketahui

musik tradisional
mahligai-indonesia.com

Sejatinya baik sadar atau tidak, musik mempunyai fungsi yang cukup penting loh! Musik tradisional mempunyai beberapa fungsi yang dapat dikatakan banyak tidak diketahui oleh beberapa kalangan.

1. Sebagai Sarana Hiburan

Sudah amat jelas, musik tradisional diciptakan sebagai sarana hiburan yang diperuntukkan untuk masyarakat suatu daerah. Kebanyakan musik diciptakan untuk mengiringi suasana riang atau bahkan dalam suasana sedih. Musik dianggap media yang paling tepat untuk mencurahkan segala isi perasaan. Musik juga dapat dimanfaatkan guna menghilangkan sejenak segala permasalahan.

2. Sebagai Sarana Komunikasi

Seorang pencipta atau penulis lagu, tentu membuat sebuah lagu dengan tujuan untuk mengkomunikasikan apa yang tengah dirasakan. Kemudian pencipta lagu tersebut, menyampaikan isi perasaan nya kepada para pendengar. Namun jauh dari itu, alat musik pun digunakan untuk menunjukan sebuah pertanda. Seperti di negara kita, lonceng dibunyikan untuk menandai jika jam istirahat di sekolah telah tiba.

3. Sebagai Sarana Berbudaya Atau Ritual

Banyak dijumpai di berbagai daerah Nusantara yang menggunakan musik tradisional sebagai sarana berbudaya. Tentunya hal ini sah-sah saja, karena memang banyak musik tradisional yang diciptakan sebagai media untuk melestarikan adat istiadat. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat suku papua. Mereka menggunakan musik tradisional setempat guna menyambut tamu dari luar daerah.

4. Sebagai Sarana Perekonomian

Tidak sedikit yang menggunakan atau memakai musik tradisional sebagai mata pencaharian untuk menyambung kehidupan. Memang banyak dijumpai di Nusantara para musisi jalanan, yang mana mereka merupakan golongan kecil para pelaku ekonomi di bidang musik tradisional. Tentunya hal ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk melestarikan budaya musik tradisional.

5. Sarana Pengembangan Untuk Diri Sendiri

Pastinya semua orang yang terlibat dalam musik tradisional, akan mendapatkan hal positif satu ini. Dengan ikut tergabung dalam sebuah pembuatan atau pertunjukan musik tradisional. Tentunya setiap anggota akan dirangsang kreatifitas nya dalam bermusik. Hal ini tentu dapat mengasah untuk mengembangkan potensi atau bakat yang dimiliki oleh seseorang.

6. Sarana Pengiring Tarian Daerah

Nah ciri khas musik tradisional berikut ini mempunyai kaitannya dengan poin pertama. Banyak sekali tarian daerah yang menggunakan sekaligus menggabungkan unsur musik tradisional. Tentunya setiap musik dan tarian tersebut harus memiliki kesamaan di berbagai unsur seperti tema, irama, dan tempo, dan banyak faktor-faktor lainnya.

Perbedaan Musik Tradisional Dengan Musik Zaman Modern

musik tradisional
sharingconten.com

Sebagian dari anda tentu bertanya-tanya atau menyimpan rasa ingin tahu tentang perbedaan dari kedua jenis musik lintas generasi ini. Baiklah bagi anda yang sudah penasaran, ini dia beberapa perbedaan musik tradisional dengan musik modern.

1. Perbedaan Dari Segi Sejarah

Perbedaan yang begitu terlihat yaitu dari sejarahnya. Dalam catatan sejarah musik tradisional berasal atau muncul di tengah-tengah masyarakat akibat dari berbagai hal yang ada di dalam daerah itu sendiri. Banyaknya masyarakat yang mengikuti paham animisme serta dinamisme, sehingga musik digunakan dalam kegiatan ritual. Sementara musik modern tidak ada kaitan nya dengan kegiatan ritual atau upacara adat.

2. Perbedaan Dari Segi Bahasa

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, musik tradisional menggunakan bahasa setempat untuk menunjukan jati diri suatu daerah. Ini berbeda dengan musik modern yang mengadopsi bahasa umum atau bahasa Indonesia untuk setiap liriknya. Tentu saja musik dengan label modern lebih cepat diterima oleh berbagai kalangan. Karena bahasa yang diapakai lebih cepat dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat.

3. Perbedaan Dari Alat Musik Yang Dipakai

Perbedaan selanjutnya yakni dari alat musik yang dipakai. Musik tradisional pada umumnya memakai alat musik yang kaya akan nuansa daerah. Seperti gong, kendhang, atau gamelan Jawa. Sementara musik modern biasanya menggunakan alat musik yang mempunyai sentuhan teknologi dari zaman ke zaman. Bahkan tak sedikit sebuah musik yang menggabungkan musik tradisional dan modern.

4. Perbedaan Dari Segi Penciptaan

Pada kesenian musik tradisional, kebanyakan diciptakan oleh beberapa orang yang tergabung dalam suatu organisasi musik. Kelompok atau organisasi pecinta kesenian musik tersebut pastinya tidak terlepas dari unsur kebudayaan. Sedangkan musik modern diciptakan tanpa ada kaitannya dengan nuansa kebudayaan manapun, atau dapat dikatakan bebas sesuai dengan kesukaan pencipta.

5. Perbedaan Perkembangan Musik

Maksud dari perkembangan musik yaitu, kita tentunya tahu kalau musik tradisional sudah menjadi budaya turun menurun. Tradisi ini merupakan bawaan dari generasi sebelumnya ke generasi berikutnya. Berbeda dengan musik modern yang lebih mudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Sementara musik tradisional masih berusaha untuk mematenkan nilai budaya yang ada didalamnya.

6. Perbedaan Dari Segi Identitas Musik

Sampai kini, banyak sekali lagu atau musik tradisional khas Indonesia yang tidak diketahui penciptanya. Hal ini dipengaruhi karena tidak adanya penjelasan atau deskripsi yang diberikan sejak zaman dahulu. Karena memang media untuk menyebarkan musik tradisional sendiri memakai lisan. Sementara musik modern dalam perkembangannya telah ditulis jelas siapa penciptanya.

Jenis-Jenis Musik Tradisional Dari Nusantara

Oke selanjutnya kita akan membahas seputar jenis-jenis musik tradisional khas Nusantara. Tentunya setiap jenis musik tradisional berikut ini mempunyai keunikan dan ciri khas masing-masing. Dari pada lama-lama langsung saja, ini dia jenis-jenis musik tradisional khas Nusantara yang membuat siapa saja bangga menjadi warga negara Indonesia.

1. Musik Gambang Kromo

musik tradisional
suryapost.co

Jenis musik tradisional yang pertama adalah Gambang Kromo. Gambang Kromo merupakan sebuah kesenian musik yang berasal dari ibu kota Indonesia yakni DKI JAKARTA. Keunikan dari jenis musk tradisional satu ini yaitu menggabungkan 2 budaya musik sekaligus. Kedua budaya musik tersebut ialah musik adat Betawi dan juga musik gamelan khas negeri Tiong Hoa alias China.

2. Musik Gong Luang

musik tradisional
interaktif.kompas.id

Musik tradisional satu ini berasal dari sebuah pulau yang dijuluki paradise island, the one and only yaitu Bali. Musik gong luang merupakan sebuah kesenian yang awal mulanya diciptakan di kerajaan Majapahit. Kemudian mulai menyebar melalui orang kerajaan, hingga akhirnya sampai ke masyarakat Bali. Musik tradisional satu ini memadukan alat musik dengan jumlah yang variatif, yakni 25 sampai 30 alat musik.

3. Musik Santi Swara Dan Laras Madya

musik tradisional
youtube.com

Musik yang amat populer oleh masyarakat Jawa satu ini berasal dari provinsi Jawa Tengah. Keunikan dari jenis musik tradisional satu ini yaitu syair-syair nya yang bernafaskan religi. Karena memang santi swara dan laras madya merupakan jenis musik yang penuh akan doa-doa atau kata bersahaja. Sehingga tak heran banyak dijumpai kesenian musik jenis ini di berbagai acara keagamaan.

4. Musik Karang Dodou

musik tradisional
intiptrik.com

Jenis musik tradisional satu ini berasal dari pulau Kalimantan, tepatnya yaitu Kalimantan Timur, Tanah Siang, Barito Utara. Masyarakat setempat sering memakai musik tradisional satu ini sebagai iring-iringan ritual di acara tertentu. Seperti ritual pemberian nama bayi atau disebut Noka Pati. Lagu yang biasanya dibawa haruslah mempunyai mantera berupa doa-doa dengan makna baik.

5. Musik Tabuh Salimpat

musik tradisional
bangbre.com

Musik tabuh salimpat merupakan kesenian musik yang berasal dari kota Jambi. Hingga sekarang, kesenian musik ini masih terus dijaga kelestarian nya. Adapun alat musik utama yang digunakan atau dipakai dalam kesenian musik tradisional satu ini yaitu, kerenceng dan gambus lunik. Kemudian untuk alat musik tabuh, menggunakan rebana yang ditabuh sampai menghasilkan musik yang padu.

6. Musik Tradisional Kombi

musik tradisional
sultantv.co

Jenis musik satu ini berasal dari sebuah daerah di bagian timur Nusantara, yaitu Papua. Kombi dalam bahasa daerah Papua, mempunyai arti sebuah alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Musik tradisional Kombi ini memiliki alat musik utama dengan nama atau sebutan mbref (gauto). Alat musik satu ini biasanya terbuat dari seutas bambu yang dililit menggunakan batang rotan.

7. Musik Senandung Jolo

musik tradisional
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Satu lagi kesenian musik tradisional yang berasal dari tanah Jambi yakni Senandung Jolo. Senandung mempunyai makna nyanyian, sedangkan Jolo dalam bahasa daerah setempat mengandung makna pantun. Sehingga bila digabungkan, Senandung Jolo mengandung makna nyanyian yang berisikan pantun. Pantun yang disampaikan pun memiliki urutan yang bagus. Sehingga inilah yang menjadi keunikan sekaligus menjadi hal menarik.

8. Musik Krumpyung

Musik tradisional
docplayer.info

Musik krumpyung adalah sebuah kesenian musik yang berasal dari kota penuh akan nilai seni yakni Yogyakarta. Memang jika membahas kesenian kota satu ini, tidak akan pernah ada habisnya. Adapun alat musik yang dominan digunakan yaitu angklung. Lagu yang dibawakan pun macam-macam, mulai dari aliran campursari, uyon-uyon dan berbagai macam jenis genre lain.

9. Musik Gong Renteng

musik tradisional
youtube.com

Musik Gong Renteng menambah daftar panjang kesenian musik yang berasal dari pulau Jawa, tepatnya tanah sunda. Alat musik yang digunakan untuk musik gong renteng adalah gamelan Sunda. Keunikan dari jenis musik tradisional satu ini ialah dari segi usia, diperkirakan musik gong renteng diciptakan pada abad ke 16. Lagu dan nada yang dimainkan biasanya mengandung unsur budaya Arab.

10. Musik Sasando Gong

musik tradisional
okezone.com

Musik Sasando Gong adalah sebuah jenis instrumen musik tradisional yang berasal dari pulau NTT, tepatnya di pulau Rote. Alat musik yang digunakan yaitu Sasando gong. Sasando gong mempunyai 2 jenis nada yaitu slendro dan pelog. Fungsi dari musik tradisional satu ini yaitu untuk menyambut tamu, sekaligus menjadi hiburan khusus masyarakat setempat pastinya.

Nah itu tadi beberapa ulasan menarik seputar musik tradisional khas Nusantara. Kita sudah membahas mulai dari pengertian musik tradisional, ciri-ciri musik tradisional. Lalu fungsi musik tradisional, dan kemudian perbedaan musik tradisional dengan musik modern. Selanjutnya yang terakhir yakni jenis-jenis musik tradisional.

Setelah membaca artikel ini,tentunya kita sebagai generasi penerus bangsa. Harus turut bangga dengan budaya, serta kesenian yang kita miliki. Kita juga sebagai generasi penerus bangsa mesti menjaga kelestarian musik tradisional khas Nusantara.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.