Pembahasan Alat Musik Sasando, Sejarah, Cara Memainkan, dan Fungsinya

Sasando, merupakan salah satu alat yang dipakai untuk mengiringi tradisi kesenian di Nusa Tenggara Timur. Alat musik satu ini tergolong dalam keluarga dawai (senar). Karena alat musik yang termasuk dawai, sehingga cara memainkan alat musik satu ini dengan cara dipetik.

Instrumen sasando berasal dari sebuah pulau yang terletak di NTT, nama pulau itu adalah Rote. Alat musik tradisional satu ini, hampir sama atau mirip dengan suara alat musik yang memiliki senar atau dawai sebutannya. Seperti, gitar, kecapi, biola, harpa dan lain-lain.

Sedangkan secara harfiah, nama sasando berasal dari kata sasandu, yang memiliki arti alat musik bergetar atau berbunyi. Jadi sasando dalam ertimonologi bahasanya, mengandung arti sebuah alat musik yang menghasilkan bunyi atau suara dan juga mengeluarkan getaran.

Pada alat musik tradisional sasando, memiliki bagian utama yang terbuat dari bahan bambu. Bambu tersebut dibentuk seperti tabung yang memiliki ukuran panjang. Kemudian pada bagian tengah, melingkar dari bawah sampai keatas diberi ganjalan yang dimana memiliki fungsi untuk merentangkan dawai atau senar diatas tabung bambu tersebut.

Nah, ganjalan-ganjalan inilah yang merupakan penghasil bunyi nada berbeda-beda pada alat musik khas daerah NTT yakni sasando. Kemudian alat musik dawai satu ini diletakkan dalam sebuah tempat atau wadah. Wadah ini terbuat dari daun lontar yang dianyam dan dibentuk menyerupai kipas. Wadah inilah yang merupakan tempat resonansi alat musik tradisional khas Nusa Tenggara Timur sasando.

Alat musik satu ini juga harus mendapatkan perawatan yang berkelanjutan. Salah satu treatment yang harus dilakukan pada sasando yakni mengganti daun lontar setiap 5 tahun sekali.

Sejarah Alat Musik Asal Nusa Tenggara Timur

Sejarah Sasando
kompasiana.com

Terdapat berbagai macam cerita rakyat yang terus berkembang di kalangan masyarakat Indonesia akan sejarah sasando. Meskipun tidak ada yang bisa memastikan kebenaran dari setiap tersebut, akan tetapi hal itu merupakan salah satu wujud kekayaan khazanah kebudayaan bangsa Indonesia.

Cerita 1 Sangguana Dan Putri Sang Raja

Bermula dari terdampar nya seorang pemuda yang bernama Sangguana tepatnya di pulau Ndana. Kemudian oleh penduduk sekitar pulau Ndana, ia pun dibawa ke hadapan raja Takalaa.

Nah inilah awal mula pertemuan Sangguana dengan seorang putri sang raja Takalaa. Tak lama waktu Sangguana pun jatuh hati pada sang Putri, namun ayah dari sang putri mempunyai syarat untuk menerima cinta Sangguana. Sangguana diminta untuk membuat sebuah alat musik yang berbeda dengan lainnya.

Setelah itu Sangguana pun bergegas memikirkan sebuah alat yang ingin dibuatnya. Nah, pada saat ia terlelap Sangguana pun bermimpi. Dalam mimpinya Sangguana memainkan alat musik berbentuk indah, dengan suara yang sangat amat merdu. Dari mimpi itulah yang menjadi cikal bakal Sangguana untuk membuat sebuah alat musik seperti yang diinginkan oleh sang Raja.

Saat selesai membuat alat musik persis yang ada dalam mimpinya. Kemudian Sangguana memberikan nama untuk alat musik yang akan ditujukan sebagai syarat untuk meminang putri sang raja. Alat musik itu pun diberi nama oleh Sangguana dengan sebutan sasandu atau sasando.

Kemudian alat musik dawai sasandu tersebut diberikan kepada putri sang raja. Selanjutnya putri raja memberi nama Hitu (tujuh) sebagai imbuhan nama alat musik tersebut. Makna dari pemberian nama oleh sang putri tersebut karena 7 (tujuh) dawai sasando bergetar bersamaan saat dipetik atau dimainkan.

Karena berhasil membuat dan memberikan sebuah alat musik yang berbeda dengan lainnya. Akhirnya Sangguana berhasil mempersunting putri sang raja. Sang raja merasa senang memainkan alat musik yang dibuat oleh Sangguana.

Cerita 2 Seorang Penggembala Domba Yang Tengah Kehausan

Selain cerita rakyat diatas, ada pula versi lain yang juga merupakan sejarah alat musik sasando. Sasando ditemukan oleh dua orang penggembala laki-laki domba bernama Lumbilang dan juga Balialang (diceritakan oleh Jeremias Pah).

Ketika meladang bersama dengan domba-domba, mereka membawa sehelai daun lontar. Nah saat mereka para penggembala domba merasa kehausan di siang hari. Mereka melipat daun lontar tersebut kemudian digunakan untuk menimba air.

Cara untuk melipat daun lontar adalah membuang bagian tengah yang berwarna kuning muda. Sesudah bagian yang berwarna kuning dibuang ketika hendak melepas tali tersebut.

Tanpa disangka dan disadari, ketika ditarik keras menimbulkan bunyi nada yang berbeda-beda pada setiap tali pada daun itu. Tetapi, karena sering terputus, keduanya lantas mencabuti lidi-lidi tersebut.

Akhirnya, mereka menemukan bahwa apabila dikaitkan rapat lidi-lidi tersebut. Akan membunyikan atau menghasilkan nada tinggi dan sebaliknya semakin merenggang, dawai akan menghasilkan nada yang rendah. Nah dari situlah mulai dikenalnya alat musik yang awal mulanya hanya digunakan untuk mengangkut air.

Cerita 3 Diciptakan oleh Dua Orang Sahabat

Sasando diciptakan oleh dua orang sahabat yang bernama Lunggi dan juga Balok Ama Sina. Mereka merupakan seorang penggembala domba sekaligus penyadap minuman tuak yang sudah bersahabat cukup lama.

Singkat cerita ketika mereka sedang membuat haik dari daun lontar. Diantara jari-jari dari lembaran daun lontar tersebut terdapat semacam benang yang apabila dikencangkan akan menimbulkan bunyi cukup nyaring. Dari pengalaman inilah menimbulkan inspirasi bagi kedua sahabat ini untuk membuat suatu alat musik petik.

Mereka ingin membuat sebuah alat musik yang dapat meniru suara atau bunyi-bunyian pada gong. Yaitu dengan cara mencungkil tulang-tulang yang ada di daun lontar kemudian disanggah menggunakan batangan kayu. Namun mereka kurang puas dengan suara yang dihasilkan oleh batangan kayu. Mereka menilai batangan kayu menghasilkan suara yang kurang bagus.

Maka kemudian mereka memutuskan untuk mengganti kayu dengan batangan pohon bambu. Lalu bambu tadi dicungkil kulitnya, kemudian mereka mencoba memainkan kembali. Alhasil mereka puas, karena bambu tadi perpaduan pas atau sesuai dengan daun lontar tadi.

Cerita 4 Pencipta Sasando Memiliki Nama Pupuk Soroba

Nah, berdasarkan cerita keempat, alat musik dawai satu ini ditemukan oleh seorang yang bernama Pupuk Saroba. Pupuk Saroba mendapatkan inspirasi pembuatan Sasandu saat menyaksikan seekor laba-laba yang memiliki ukuran besar.

Saat sedang asyik memainkan jaring (sarangnya) terdengar alunan bunyi yang indah dan mampu membuat tenang Pupuk Saroba. Nah berdasarkan pengalamannya itulah maka Pupuk Saroba ingin menciptakan suatu alat musik yang dapat mengeluarkan bunyi atau suara indah nan merdu.

Pupuk Saroba mulai memikirkan kira-kira bahan apa yang pas untuk membuat alat musik. Dengan menghasilkan suara yang begitu indah. Lalu pilihan Pupuk Saroba jatuh pada sebuah tumbuhan daun lontar.

Untuk merealisasikan idenya itu, mula-mula Pupuk Soroba mencungkil lidi-lidi daun lontar yang masih mentah, lalu disenda, kemudian dipetik. Setelah itu Soroba, idenya semakin berkembang, terakhir ruas bambu dipasang pada lidi-lidi daun lontar. Serta dawai atau senar mula-mula dibuat dari serat akar pohon teduh beringin. Dari itulah asal-usul Pupuk Saroba menciptakan sebuah alat musik yang sampai sekarang banyak dimainkan oleh masyarakat Indonesia.

Jenis- Jenis Sasando Yang Wajib Diketahui

Jenis Sasando
newswantara.com

Terdapat dua jenis alat musik dawai sasando yakni berdasarkan alatnya. Serta berdasarkan suara yang dihasilkan. Pasti anda sudah tidak sabar, kalau begitu mari langsung kita simak penjelasan berikut ini.

1. Jenis Alat Musik Sasando Berdasarkan Pada Alatnya

Alat musik satu ini dibagi menjadi dua jenis yaitu berdasarkan ada tidaknya alat tambahan yaitu sasando tradisional dan sasando elektrik. Sasando tradisional dan elektrik memiliki perbedaan pada alat tambahan yang digunakan dalam memperkuat suara yang dihasilkan dawai sasando.

Pada alat musik tradisional, permainannya dilakukan secara akustik.

Sedangkan pada alat musik sasando elektrik, permainannya dapat dilakukan dengan menggunakan sound system yang sudah dirangkai dengan padu.

Tentunya dari kedua jenis ini mempunyai kelebihan serta kekurangan yang berbeda-beda pastinya.

2. Jenis Alat Musik Sasando Berdasarkan Suara Yang Dihasilkan

Nah untuk jenis yang kedua alat musik dengan media senar ini dibagi berdasarkan suara yang dihasilkan. Berdasarkan hal itu sasando dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu sasando gong, sasando dobel, dan sasando biola.

Pemilihan terhadap jenis alat musik tersebut ditentukan berdasarkan kebutuhan suatu pertunjukan yang akan ditampilkan pastinya. Sehingga, hal tersebut mengharuskan para pemain sasando agar ahli di semua jenis sasando ini.

Maka dari itu saat terdapat pertunjukan yang menggunakan alat musik sasando. Pada umumnya yang akan memainkan nya adalah orang-orang yang sudah paruh baya. Karena mereka pasti sudah memiliki banyak pengalaman untuk memainkan sasando.

Perkembangan Alat Musik Sasandao Dari Masa Ke Masa

Dari masa ke masa alat musik petik ini, terus mengalami kemajuan yang terus berkembang hingga sekarang. Perkembangan alat musik dawai Sasando berjalan terus seiring berjalannya waktu. Sasando juga mengalami modifikasi bentuk dan peningkatan kualitas bunyi yang diproduksi dan juga dibuat dengan penggantian dawai atau senar.

Fifik/benang diganti dengan tulangan dari daun lontar, kemudian, kulit bambu digantikan oleh senar kawat. Senar tunggal berganti dengan dawai atau senar rangkap. Juga terdapat perkembangan atau pun perubahan seperti pada alat musik dawai lainnya.

Alat musik petik dengan nama sasando ini awal mulanya sangat kental dengan nuansa tradisional dan budaya lokal. Sekarang sudah menjelma menjadi alat musik yang bisa dipadukan dengan musik modern.

Nah, kemampuan dan semangat memodifikasi alat musik tradisional sasando ini mencerminkan karakter serta etos kerja orang Rote yang tinggi dan kedinamisannya dalam bermusik. Jadi sudah tak heran jika menemui masyarakat Rote yang selalu berusaha menciptakan alat-alat musik baru yang tak kalah hebatnya.

Meskipun sekarang sudah terdapat sasando yang berbasis elektronik. Namun tak mengurangi nilai sejarah budaya yang dibawa oleh masyarakat Rote NTT. Akan tetapi yang terjadi sekarang adalah alat musik sasando tradisional malah langkah untuk ditemui.

Hal ini disayangkan oleh masyarakat setempat pulau Rote. Mereka yakin jika sasando gong (sebutan sasando buatan masyarakat Rote NTT) masih mampu berbuat banyak dibandingkan sasando elektronik. Jadi untuk kita generasi penurus bangsa, patutlah kita membawa budaya tradisional kita di kancah Internasional. Agar kebudayaan kita selalu dikenal dan dikenang oleh masyarakat luas tentunya.

Hal-Hal Unik Tentang Sasando

Masih seputar alat musik dawai yang berasal dari pulau Rote Nusa Tenggara Timur yakni Sasando. Sasando mempunyai hal-hal unik yang harus anda ketahui. Dengan segala keunikan yang ada pada sasando. Sukses menjadi daya tarik para pecinta musik untuk menggali informasi lebih dalam tentang sasandu. Nah, bagi anda yang sudah penasaran. Langsung saja kita simak bersama-sama hal-hal unik tentang sasando.

1. Melumuri Jari-jemari dengan Minyak Laba-laba

Menurut salah satu cerita yang beredar, sasandu didapat dengan menirukan cara kerja laba-laba. Sehingga berdasarkan kepercayaan (mitos) di Rote bila seseorang ingin pandai bermain sekaligus memetik Sasandu.

Maka ia harus menangkap seekor laba-laba lalu menghancurkan nya. Sesudah itu laba-laba tadi dicampur dengan minyak kelapa lalu diolah atau diremas-remas dengan jari-jemari kita.

Oleh karena alat musik yang telah dipasang dalam haik itu beresonansi, maka disebut atau dinamakan Sandu atau Sanu yang berarti bergetar atau juga meronta-ronta. Kemudian alat musik ini disebut lagi Sasandu, adalah kata ulang dari Sandu-sandu atau Sanu-sanu yang berarti bergetar berulang-ulang kali.

2. Penyebaran Alat Musik Sasando

Sasando dalam bidang organologi (ilmu tentang alat-alat musik) tergolong Sitar Tabung pohon Bambu. Menurut para peneliti musik yang merupakan pakar dalam bidangnya, sitar tabung bamboo adalah alat musik asli Asia Tenggara, khususnya negara Indonesia.

Sasando juga ditemukan di Madagaskar dengan sebutan lain yaitu Valiha atau pun Ali. Menurut sejarah sasando di negara itu berasal dari Asia Tenggara yang tersebar melalui perpindahan penduduk Indonesia ke Madagaskar. Dari sini pula salah satu alasan tersebar nya alat musik khas Nusantara sampai ke berbagai belahan dunia.

Bahkan alat musik satu ini pun sudah diketahui banyak negara seperti, Malaysia, Filipina, Madagaskar, Singapura, Jepang dan juga negara asia lainnya.

Cara Memainkan Alat Musik Sasando Dengan Baik Dan Benar

Memainkan alat musik ini membutuhkan harmonisasi yang timbul dari perasaan. Selain itu untuk memainkannya juga memerlukan teknik atau cara yang tepat supaya tercipta nada nan merdu sedap untuk didengar.

Layaknya alat musik petik lainnya yaitu harpa, alat musik ini juga membutuhkan keterampilan yang baik dari jari-jemari anda untuk memetik dawai atau senar nya. Sehingga nada yang dikeluarkan dapat terdengar indah di sepasang telinga para pendengar nya. Oleh karena itulah, sasando tidak mudah untuk dimainkan, perlu waktu yang relatif lama untuk benar-benar mahir memainkan nya.

Alat musik ini memiliki keunikan yang berbeda dibandingkan dengan alat musik tradisional lainnya. Alat musik ini harus dimainkan dengan menggunakan dua tangan yang harus sama-sama memetik senar dalam arah yang berlawanan.

Nah, tangan sebelah kiri pemain memiliki fungsi untuk memainkan melodi dan bas dalam sebuah lagu. Sedangkan tangan kanan pemain berfungsi atau berguna untuk memainkan accord. Sehingga apabila dimainkan bersama-sama, maka terciptalah sebuah melodi yang sangat enak untuk didengarkan.

Fungsi Alat Musik Sasando

Fungsi Musik Sasando
ciptacendekia.com

Alat musik sasando pun memiliki beberapa fungsi diantaranya yaitu:

1. Fungsi Terapi

Konon katanya sasando juga dapat dijadikan alternatif untuk media penyembuhan berbagai macam penyakit. Terutama para penderita penyakit kusta di daerah pulau Rote.

2. Fungsi Hiburan

Mengingat masyarakat Rote yang notabennya masih mempertahankan kearifan lokal. Sehingga salah satu cara masyarakat Rote menghibur diri adalah, bermain atau mendengarkan alunan nada dari sasando.

3. Fungsi Upacara Adat

Sasando sebagai media untuk mengiringi berbagai macam kesenian yang ada di pulau Rote NTT. Mulai dari pernikahan, sampai upacara adat yang bersifat sakral.

Nah, oke itulah tadi ulasan lengkap tentang atau seputar alat musik dawai yang berasal dari salah satu pulau di NTT yaitu Rote. Mulai dari pengertian, sejarah, jenis, dan juga hal-hal unik tentang sasando. Juga tak tertinggal cara memainkan alat musik sasando, sekaligus fungsinya. Sekarang pekerjaan rumah kita sebagai generasi muda, haruslah mampu melestarikan dan mengenalkan sasando sebagai budaya khas Nusantara yang luar biasa.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.