Anda Harus Tahu Dan Kenali Sejarah, Pengertian, Cara Memainkan, Alat Musik Dawai Rebab

Rebab merupakan salah satu alat musik yang hampir semua orang sudah tak asing lagi dengan penyebutan nya. Rebab sendiri memiliki pengertian, jenis alat musik yang memiliki senar sehingga untuk memainkan nya dengan cara dipetik atau digesek. Rebab juga memiliki sebutan lain di berbagai negara, seperti rebab, rebap, rababah, dan juga al-rababa.

Alat musik rebab memiliki bentuk yang relatif kecil, bentuknya bulat dan juga pada bagian depan yang tercakup dalam membran (KULIT TIPIS, SELAPUT) seperti kulit domba. Selain karakteristik tadi, rebab pun mempunyai ciri khas lain, yaitu memiliki leher panjang sebagai tempat senar direnggangkan. Bentuk alat musik satu ini sebenarnya sama saja dengan alat musik dawai pada umumnya. Hanya yang membedakan adalah sentuhan-sentuhan khusus yang dimiliki rebab.

Rebab adalah salah satu alat musik yang mengeluarkan suara saat dipetik atau digesek. Namun alat musik instrumen rebab satu ini mempunyai rentang yang amat terbatas. Sedikit banyak hanya sekitar satu oktaf. Maka dari itulah alat musik satu ini kurang bervariasi dalam menghasilkan nada. Berbeda dengan alat musik gesek seperti, biola yang terbilang lebih kaya akan rentang nada.

Nah, bagi anda yang sudah penasaran untuk menelusuri lebih dalam akan alat musik gesek rebab. Setelah ini kita akan membahas tentang sejarah alat musik rebab. Oke selamat membaca !

Sejarah Alat Musik Rebab Yang Harus Diketahui Oleh Sobat Pecinta Musik

Sejarah Rebab
hownesia.com

Tentu jika membahas alat musik rebab, tak lengkap rasanya jika tak mengulas habis sejarahnya. Semua alat musik tentu punya latar belakang tersendiri, mengapa alat musik itu diciptakan. Nah tak beda dengan rebab, yang juga memiliki sejarah dibalik awal mula penciptaan nya.

Banyak yang salah kira alat musik rebab berasal dari Indonesia. Padahal alat musik yang tergolong musik instrumen ini berasal dari tanah timur tengah tepat nya arab. Bangsa arab mulai menyebarkan alat musik satu ini dengan memanfaatkan jalur perdagangan islam di asia. Diantara kita tidak ada yang tahu kapan peristiwa itu terjadi. Namun diperkirakan oleh para peneliti sekitar abad ke-8 lah rebab mulai masuk di berbagai belahan dunia.

Dalam catatan sejarah lainnya rebab juga pernah disinggung dalam “kitab al-musiqa al kabir” yang ditulis oleh tokoh terkenal AL-FARABI ( adalah ilmuwan dan filsuf Islam berasal dari Farab, Kazakhstan). Kitab ini ditulis pada sekitar abad ke-8 dan 9. Sekitar pada abad itu juga rebab mulai tersebar dari pusat kekhalifahan Islam ke benua Eropa, Asia Tengah, Tiongkok India. Bahkan juga mulai masuk ke benua Asia Tenggara yang di dalamnya tercakup negara Indonesia.

Dalam perkembangannya yang tercatat dalam sejarah, rebab disebut-sebut sebagai awal bakal alat musik cello dan juga biola. Di Indonesia sendiri tidak terjadi perkembangan yang begitu drastis, hanya bahan nya sajalah yang mengalami perubahan yaitu menggunakan bahan-bahan dari alam asli. Ini juga yang menjadi ciri khas rebab khas Nusantara.

Alat musik ini berkembang cukup pesat di beberapa daerah di negeri Indonesia seperti di daerah Sumatera dan juga pulau Jawa. Alat musik ini juga sering digunakan dalam gamelan sunda yang sering disebut sebagai Rebab Sunda, biasanya sinden bernyanyi dengan iringan dengan alunan musik yang berasal dari Rebab Sunda.

Hampir disetiap daerah, memiliki karakterisitik bentuk rebab yang berbeda-beda. Biasanya alat musik ini di kawasan Jawa dipakai sebagai pelengkap untuk iringan gamelan Jawa. Biasanya untuk memperindah lantunan gamelan jawa, sinden dihadirkan untuk bernyanyi dengan ketukan gamelan jawa yang khas sekali.

Berbeda dengan negeri Indonesia, rebab di Malaysia biasanya digunakan atau dimainkan ketika merasakan duka saat anggota keluarganya meninggal dunia. Menjadi misterius karena orang yang meninggal, mati secara sembunyi-sembunyi. Tak jarang juga alat ini digunakan untuk meratapi nasib diri.

Kesimpulan dari sejarah alat musik rebab adalah, sperti yang sudah dibahas rebab merupakan kesenian khas timur tengah tepatnya Arab. Banyak orang yang salah pengertian, dan mengatakan rebab merupakan alat musik tradisional khas Nusantara. Selain itu rebab terus berkembang dan selalu mengalami inovasi pada , bahan, dawai, dan bahkan juga tersentuh teknologi canggih. Namun itu semua tak meninggalkan ciri khas alat musik rebab yang masih kental dengan nuansa timur tengah.

Fungsi Alat Musik Khas Timur Tengah Rebab

Fungsi Rebab
notepam.com

Tentu setiap alat musik mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Tak terkecuali dengan alat musik yang berasal dari timur tengah satu ini yakni rebab. Pada setiap daerah, rebab difungsikan bisa menjadi instrumen iringan. Bisa juga dijadikan untuk alat upacara-upacara adat khas setiap daerah. Seperti contoh, pada pertunjukan gamelan Jawa, fungsi rebab tidak hanya sebagai pelengkap untuk mengiringi nyanyian seorang sindhen (sebutan bagi wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan, umumnya sebagai penyanyi satu-satunya).

Selain itu, pada gamelan Jawa, alat musik instrumen rebab digunakan sebagai penuntun arah lagu sindhen. Sama juga dengan kesenian khas tanah sunda. Rebab digunakan untuk memimpin sebuah instrumen lagu, dalam ansambel dalam gaya tabuhan lirih. Rebab dalam kesenian Sunda dijadikan pemimpin karena rebab merupakan salah satu instrumen pemuka.

Selanjutnya pada kebanyakan gendhing-gendhing, posisi rebab memainkan musik pembuka gendhing. Lalu menentukan gendhing, laras, dan pathet yang akan dimainkan saat musik dimainkan. Wilayah gendhing mencakup luas daerah gendhing apa saja. Sehingga membuat alur ragu alat musik rebab memberikan petunjuk yang jelas dan terang jalan alur lagu gendhing.

Dan biasanya pada kebanyakan gendhing, Rebab juga memberi tuntunan musikal kepada ansambel (kelompok kegiatan musik dengan jenis kegiatan seperti yang tercantum dalam sebutannya) untuk beralih dari seksi yang satu ke ansambel yang lain. Pun pada jenis Tungguhan rebab dalam jenis-jenis barungan (gamelan ini menghasilkan musik-musik keras dan dinamis), gamelan tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda terutama dari segi atau sisi musikal.

Misalnya dalam barungan gamelan seperti, pegambuhan, tungguhan rebab juga merupakan salah satu tungguhan untuk menyajikan melodi. Melodi atau gendhing ini disajikan pada semua gendhing atau repertoar (sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda).  Sedangkan di luar negeri Indonesia, ada yang memfungsikan alat musik rebab sebagai media atau sarana pengobatan.

Menggunakan rebab sebagai alat media pengobatan, merupakan hal yang unik bukan ? Di berbagai negara di Asia tenggara Seperti Malaysia bagian timur yaitu Kelantan dan Terengganu. Musik rebab digunakan dalam ritual penyembuhan yang disebut “Main Puteri”

Akan tetapi pengobatan dengan media rebab ini, tidak selalu berhasil menyembuhkan para pasien nya. Kebanyakan pasien malah harus datang ke rumah sakit, sebab pengobatan rebab gagal. Namun budaya khas Malaysia satu ini tetap terjaga kelestarian nya.

Di belahan dunia, tepatnya di negara Maroko. Rebab diadopsi sebagai alat musik yang dijadikan instrumen kunci pada musik klasik Arab dan Maroko. Musik tersebut adalah tradisi yang dibawa sekaligus dikenalkan oleh Arab Andalusia. Mereka hidup sebagai keturunan muslim yang meninggalkan Spanyol kemudian menjadi pengungsi sebab mengikuti reconquista.

Nah, itulah beberapa fungsi alat musik rebab yang ada pada setiap daerah di suatu negara. Ada yang digunakan sebagai instrumen pelengkap musik. Ada pula yang menjadikannya sebagai pimpinan untuk gamelan gendhing, bahkan ada yang terbilang unik yaitu. Menjadikan alat musik rebab sebagai media pengobatan alternatif. Namun tidak semua pasien yang diobati dengan rebab berhasil. Sisanya mereka harus berobat ke rumah sakit, karena gagal disembuhkan melalui media rebab.

Cara Membuat Alat Musik Rebab Dengan Baik Dan Benar

Cara Membuat Rebab
percepat.com

Selanjutnya kita akan membahas tentang cara membuat alat musik khas timur tengah yakni rebab dengan baik dan benar. Bahan baku dalam pembuatan alat musik instrumen rebab sebenarnya berbahan dasar kuningan. Akan tetapi karena Indonesia mengalami penyesuaian. Maka diputuskan bahan-bahan yang dipakai untuk membuat rebab adalah bahan-bahan alam.

Bahan baku utama dalam membuat alat musik rebab adalah kayu nangka yang dibuat dan deibentuk menyerupai hati, dan diberikan lubang pada bagian tengah. Kemudian kayu tersebut dilapisi dengan kulit sapi atau lembu yang sebelumnya sudah dijemur sampai kering. Sehingga berfungsi sebagai resonator atau untuk sumber bunyi suara pada alat musik yang diperkenalkan oleh bangsa timur tengah ini.

Kayu tadi juga berfungsi sebagai pembentang senar atau dawai pada alat musik rebab. Sedangkan untuk awai atau senarnya, rebab menggunakan bahan yang terbuat dari kuningan. Kuningan yang akan dijadikan untuk senar haruslah mempunyai ketebalan cukup tipis. Senar ini juga merupakan salah satu sumber bunyi pada instrumen rebab. Selain kayu pohon nangka, anda bisa juga menggunakan jenis kayu lainnya.

Mulai dari kayu tembusu, sena, dan juga kayu pohon belimbing pun dapat dijadikan alternatif untuk membuat rebab. Juga untuk memperindah tampilan dari rebab, anda juga bisa memberikan ukiran-ukiran dengan motif mahkota pada badannya.  Hanya orang-orang tertentu dengan keterampilan mengukir tingkat tinggi lah yang bisa melakukannya. Sehingga biasanya mereka para pengrajin rebab menyerahkan proses satu ini pada orang yang memang sudah berpengalaman.

Ada hal yang tergolong unik dalam pembuatan alat musik rebab. Mengingat bahwa alat musik rebab adalah alat musik tradisional yang mempunyai kedudukan cukup tinggi. Maka membuatnya pun harus benar-benar memperhatikan hal-hal yang dianggap penting. Seperti para pengrajin, tidak diperkenankan memotong kayu saat atau di waktu maghrib pun tengah hari. Mereka juga tidak diperbolehkan menebang pohon secara sembarangan atau sungsang.

Bahkan yang lebih unik, kayu yang sudah dipotong tidak boleh dilangkahi. Hmm, pasti isi kepala anda sudah bertanya-tanya mengapa hal ini tidak boleh dilakukan bukan? Masih ada pula aturan-aturan yang harus ditaati oleh setiap pengrajin rebab. Mereka para pengrajin percaya jika kita tidak menaati atau melanggar aturan-aturan tersebut. Maka hal-hal yang tidak diinginkan akan datang kepada mereka

Bentuk Alat Musik Rebab

Bentuk Rebab
www.silontong.com

Bentuk dari alat musik rebab terdiri dari 2 versi atau 2 jenis, yaitu rebab yang memiliki tangkai di bagian bawahnya. Kemudian juga rebab yang tidak bertangkai sehingga harus dipangku saat memainkan nya atau ketika memetiknya.  Rebab sendiri kebanyakan memiliki ukuran yang kecil, berbadan bulat. Juga pada bentuk bulatannya terbuat dari kulit sapi atau lembu yang telah dikeringkan. Selain itu rebab juga mempunyai leher dengan ukuran panjang.

Senar yang terpasang pada rebab terdiri dari satu sampai tiga senar. Ditambah dengan busur yang dipasang melengkung. Lengkungannya lebih melengkung daripada busur pada alat musik gesek biola. Lalu pada bagian pinggang dari rebab, berbentuk ramping dan terbuat dari kayu leban atau vitex. Dengan panjang 3 kaki dan 6 inci, kemudian diukir oleh pengukir rebab yang ahli dari ujung kepala sampai akhir atau ujung batang.

Pada bagian kepala rebab atau sering disebut dengan kecopang, berbentuk seperti topi orang khamer di negara  Kamboja. Di kepala rebab juga terdapat tiga buah “telinga” yang berfungsi sebagai tempat pengait senar rebab. Nah, alat untuk memainkan rebab juga dibuat khusus. Alat khusus yang digunakan untuk menggesek atau memainkan alat musik satu ini juga terbuat dari kayu yang diukir pula. Bentuknya memanjang vertikal melalu badannya yang disebut “tempurung” dan kembali muncul pada bagian bawahnya sebagai kaki.

Identifikasi alat penggesek rebab adalah, memiliki lebar kira-kira 8 inci. Sedangkan untuk bagian bawahnya memiliki ukuran 4,5 inchi. Dengan ketebalan 2 inci. Bahan untuk membuat tempurungnya ialah kulit binatang kerbau. Nama lain dari tempurung yaitu “susu”, karena sangat lengket dengan kulit yang dipakai guna menekan suara atau resonansi. Alat penggesek rebab ini, cukup kuat dan awet bila kita merawatnya dengan perawatan ekstra.

Itulah bentuk alat musik rebab yang pada umumnya dipakai oleh masyarakat provinsi Riau. Selain itu masih banyak sekali variasi bentuk yang ada di berbagai daerah.  Lebih kaya akan ukiran-ukiran yang indah, seperti rebab dari pulau Jawa.  Versi yang lebih cocok untuk generasi muda sekarang yaitu, mempunyai kotak suara logam.

Secara umum atau kebanyakan, alat musik rebab memiliki ukuran tinggi sekitar 75 cm. Secara global pula, cara memainkannya disesuaikan dengan bentuk dari rebab itu sendiri, yaitu harus duduk bersimpuh dan juga badan dalam posisi tegak. Tangan kanan pemain rebab memegang tongkat penggesek, lalu tangan kirinya memegang watangan rebab. Alat penggeseknya pun terbilang amatlah unik, yakni terbuat dari kayu juga bulu ekor kuda.

Alat musik rebab juga mempunyai kesamaan atau kemiripan dengan alat musik lainnya seperti, biola, callo. Juga sama seperti alat musik instrumen ohyan yang resonatornya juga terbuat dari tempurung kelapa. Untuk rebab jenis satu ini dapat anda jumpai di daerah Bali, Jawa, dan juga pulau Kalimantan Selatan

Begitulah ulasan seputar alat musik yang awal mulanya diciptakan di negeri timur tengah Arab. Mulai dari pengertian rebab, sejarah rebab, fungsi rebab. Selain itu kita juga sudah membahas cara membuat alat musik rebab dengan baik dan benar. Juga mengulik bentuk rebab pada setiap daerah di Nusantara. Meskipun alat musik ini, tidak berasal dari negara kita tercinta. Namun kita haruslah tetap mempertahankan kelestarian kesenian rebab satu ini.

Melestarikan alat musik budaya memang menjadi tugas kita sebagai generasi penerus bangsa. Tugas kita dalam melestarikan alat musik rebab ialah, terus mengembangkan inovasi pada rebab. Sering kali kita juga harus memperlihatkan alat musik ini pada golongan yang terbilang masih awam. Dengan begitu rebab dapat terkenal di setiap daerah di Indonesia khususnya. Selain itu rebab juga tidak termakan oleh perkembangan alat musik modern yang juga berkembang sangat cepat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.