30 Macam Alat Musik Tiup, Bukti Kekayaan Budaya Indonesia

Indonesia memang memiliki kekayaan yang sangat melimpah, bukan hanya dari hasil bumi dan lautnya, namun juga dari segi budaya. Dalam kebudayaan seluruh Indonesia, selalu ada alat musik tradisional yang sela memeriahkan dan mewarnai kebudayaan bangsa ini. Alat musik tradisional Indonesia juga dapat dikelompokkan dari cara memainkannya, salah satunya alat musik tiup.

Sekilas Mengenai Alat Musik Tiup

Dalam perkembangannya, alat musik tiup tradisional seperti suling di masyarakat cepat sekali mendapat perhatian lebih dan merespon positif. Tak ayal penyebaran dan perkembangan alat musik tradisional pada zaman dulu begitu pesat.

Namun berbeda dengan saat ini, warisan budaya mulai pudar. Sangat disayangkan apabila kita sebagai bangsa Indonesia tidak mengenali keragaman yang ada di Indonesia. Sebagai bangsa yang baik, tentunya kita harus mengetahui dan melestarikan keragaman kesenian musik Indonesia. Jangan sampai terlupakan bahkan hingga diakui negara lain. Tidak sedikit kasus pengakuan dari negara lain mengenai kebudayaan Indonesia, hal itu terjadi karena melemahnya rasa bangga terhadap budaya.

Dalam artikel ini akan disajikan kumpulan alat musik tiup dari seluruh Indonesia. Diharapkan kita dapat lebih bangga setelah mengetahui kekayaan Indonesia dari segi kesenian dan kebudayaan. Saking banyaknya alat musik tiup tradisional, mungkin akan ada beberapa alat musik yang belum disebutkan. Selain itu akan menghabiskan waktu yang banyak untuk membaca artikel ini. Di dalam artikel ini akan dimuat lebih dari 30 alat musik tiup, selamat membaca.

1. Alat Musik Tiup – Suling

suling atau seruling
mfa.org

Siapa yang tidak kenal dengan alat musik khas Melayu ini, suara yang dihasilkan oleh seruling atau suling sangat halus dan nyaman didengar. Suling juga sangat cocok dipadukan dengan alat musik tradisional bahkan modern.

Suling terbuat dari bambu yang diberi lubang pada sisinya untuk mengatur nada. Banyak sekali variasi suling yang dapat ditemukan di berbagai daerah. Di era modern seperti saat ini, ada juga suling yang tidak terbuat dari kayu.

2. Suling Paruh

suling paruh maluku
tetabuhan.sonobudoyo.com

Alat musik tiup tradisional dari bambu ini berasal dari daerah Maluku. Suling dari seruas bambu yang kedua ujungnya disumbat dan salah satunya dipotong miring seperti berbentuk paruh. Pada ujung yang dipotong miring itu juga diberi celah untuk meniup. Setidaknya ada 6 lubang nada pada sisi depan dan satu lubang pada sisi belakang.

Suling yang biasa digunakan untuk mengiringi musik Sawat ini, memiliki pola ritme yang sangat rumit, akan tetapi tidak menyebabkan bunyi yang dihasilkan berbeda dengan suling pada umumnya. Alunan melodi pada musik Sawat yang berisikan bermacam-macam ornamen ini menunjukkan bahwa leluhur Maluku mempunyai pola pikir dan tingkah laku yang terbuka dan adaptif.

3. Serunai Banjar dari Kalsel

serunai banjar
alatmusikindonesia.com

Sesuai namanya, alat musik ini sering dimainkan untuk mengiringi seni bela diri silat dari banjar atau yang sering disebut Bakutantau. Meskipun bela diri silat masih mudah ditemukan dan masih sering dipelajari hingga sekarang, namun Serunai Banjar sudah jarang ditemukan. Karena bela diri silat sekarang jarang digunakan untuk pertunjukan, melainkan digunakan dalam perlombaan yang tidak memerlukan iringan musik. Perkembangan jaman juga mempengaruhi eksistensi alat musik ini, generasi sekarang lebih menyukai alat musik modern.

Alat musik tradisional tiup ini berasal dari Kalimantan Selatan, memiliki bentuk seperti terompet namun dengan ukiran khas daerah setempat. Pada bagian mulut Serunai Banjar terdapat dua reeds ganda yang membantu pemain Serunai Banjar dalam meniup langsung mengenai bibir pemain.

Reeds alat musik ini terbuat dari bahan yang sangat sederhana, yaitu daun kelapa kering yang dipasang ke arah tempat meniup. Alat musik ini biasa dimainkan dengan bersamaan alat musik tradisional lainnya dalam mengiringi kesenian bela diri maupun kesenian lainnya.

4. Serangko dari Jambi

serangko
alatmusikindonesia.com

Serangko merupakan alat musik tradisional tiup dari daerah Jambi yang terbuat dari tanduk binatang. Tanduk yang digunakan bukan sembarang tanduk, terbuat dari tanduk kerbau. Ukuran alat musik tiup ini memiliki panjang 1 hingga 1,5 meter, tidak terbayang seberapa besarnya kerbau tersebut bukan?.

Pada zaman dahulu, Serangko digunakan dalam peperangan untuk memberi aba-aba dan komando kepada pasukan, sehingga pemegang Serangko biasanya komandan perang. Namun akhirnya Serangko digunakan untuk mengumpulkan masyarakat guna memberi pengumuman maupun untuk diskusi. Peran alat musik ini juga penting dalam memberi informasi mengenai adanya masyarakat yang meninggal, terkena musibah, atau peringatan bencana alam.

5. Foy Doa dari Flores

foy doa flores ntt
tetabuhan.sonobudoyo.com

Alat musik tiup Foy Doa berasal dari daerah Flores. Karena tidak ada bukti peninggalan sejarah, hingga saat ini tidak diketahui asli berapa usia alat musik Foy Doa. Bentuk alat musik tradisional ini seperti sebuah suling ganda yang tebat dari bambu kecil yang bergandengan sebanyak 2 bahkan lebih.

Alat musik ini biasa dimainkan oleh masyarakat setempat dalam sebuah permainan rakyat seperti bentengan dan  lain sebagainya. Permainan rakyat ini biasanya dimainkan ketika malam hari dengan berkumpul dan membentuk lingkaran. Nada yang dapat dihasilkan alat musik Foy Doa bisa berupa nada tunggal maupun ganda tergantung pemainnya. Cara memainkan alat musik ini sama halnya dengan bermain suling. Foy Doa biasanya digunakan untuk mengiringi syair-syair yang bertema kehidupan.

6. Alat Musik Tiup – Serdam

serdam jambi
budaya-indonesia.org

Serdam adalah salah satu bukti kekayaan alat musik tiup tradisional lainnya yang ada di Indonesia. Bentuk Serdam memang hampir bahkan mirip seperti suling sehingga tidak sedikit yang beranggapan bahwa Serdam sama seperti suling.

Ternyata alat musik ini bernada dasar G=Do dan memiliki 5 lubang yang menghasilkan nada Do, Re, Mi, Fa, dan Sol. Serdam biasanya digunakan untuk mengiringi Solis/solois/penyanyi tunggal yang berkaitan dengan lagu yang dibawakan.

Suara yang dihasilkan Serdam memiliki karakteristik sendu, seakan-akan pemain Serdam sedang merasakan kesedihan, bahkan yang mendengar pun dapat merasakannya. Seolah-olah orang yang memainkan alat musik ini sedang menghibur diri dari sakit hati yang menimpanya.

Serdam terbuat dari bambu berbentuk bulat yang memiliki diameter 1 – 1,5 cm dan panjang 25 – 26 cm. Jarak masing-masing lubang Serdam 2 cm dan jarak ujung Serdam ke lubang pertama adalah 4 cm. Instrumen musik dari Lampung ini memiliki lubang peningkah berukuran 4 mm. Jarak lubang klep I dan klep II sekitar 1,5 cm sedangkan jarak peniup ke klep I adalah 4 cm.

7. Sunding Tongkeng

sunding tongkeng
saryanto-peterson.blogspot.com

Sunding Tongkeng memiliki bentuk ruas bambu yang berbuku memiliki panjang 30 cm. Salah satu jari dari ruas Sunding Tongkeng dibiarkan saja secara alami tidak mengalami perubahan bentuk. Jumlah lubang suara untuk mengatur nada pada alat musik ini berjumlah 6 buah.

Sebagian lubang untuk meniup Sunding Tongkeng diberi sedikit lilitan dari daun tala. Karena cara meniup Sunding Tongkeng sama seperti suling (secara tegak) maka tidak sedikit orang yang menyebut dengan nama suling. Alat musik ini biasanya dimainkan pada saat malam hari ketika menjaga hewan ternak.

8. Suling Lembang dari Tana Toraja

suling lembang toraja
torajanculture.blogspot.com

Asal daerah penemu alat musik tiup tradisional ini adalah Sulawesi Selatan dan lebih tepatnya daerah Tana Toraja. Memiliki ukuran dengan panjang 40 hingga 100 cm menjadikan Suling Lembang sebagai suling terpanjang di daerah Toraja. Tidak hanya di Toraja, bahkan bisa dikategorikan alat musik tiup terpanjang di Indonesia.

Walaupun memiliki ukuran yang sangat panjang, ternyata alat musik ini memiliki diameter yang kecil sehingga masih nyaman dipegang. Keunikan Suling Lembang lainnya adalah adanya penambahan cerobong tanduk pada bagian ujungnya, sehingga terlihat seperti trompet.

Lubang pengatur nada pada Suling Lembang berjumlah 6 buah. Alat musik ini bisanya dimainkan bersamaan dengan alat musik Suling Deata, karena Suling Lembang memang kurang cocok dimainkan secara solo. Penggunaan Suling Lembang ini adalah untuk mengiringi lagu-lagu Toraja terutama dalam nuansa duka.

Kontribusi Suling Lembang akan sangat terlihat penting pada sebuah kegiatan Rambu Tuka’ dan Aluk Rampe Matampu. Suling Lembang sangat berguna dalam mengiringi syair dalam acara adat tersebut.

9. Puwi-Puwi

puwi puwi
andihidayat1505.wordpress.com

Puwi-puwi atau yang sering juga disebut pulik-puik merupakan alat musik yang berbentuk seperti terompet dari Sulawesi Selatan. Bentuk alat musik ini juga sama seperti alat musik Indonesia (Sronen, Serunai, dan Trompet). Keberadaan puwi-puwi tidak hanya menyebar di Sulawesi Selatan bahkan hingga sebagian besar wilayah Indonesia.

Di daerah Jawa juga dulu dijumpai banyak sekali alat musik tradisional seperti puwi-puwi. Namun keberadaannya sekarang sudah sangat jarang bahkan bisa dikatakan punah. Mungkin hanya di beberapa daerah tertentu (Sulawesi Selatan) anda dapat menjumpai alat musik ini.

10. Saluang

alat musik tiup saluang
jayafrisando.wordpress.com

Asal alat musik ini adalah daerah Minangkabau. Saluang terbuat dari bambu tipis atau yang sering disebut dengan bambu talang. Bambu yang sangat baik untuk membuat Saluang adalah bambu yang sering digunakan membuat jemuran atau yang hanyut terbawa aliran sungai.

Alat musik ini masih sejenis alat musik tiup yang sangat populer yaitu suling. Perbedaannya adalah Saluang memiliki lubang yang sedikit dibanding suling, yaitu 4 lubang. Ukuran salung juga tergolong panjang yaitu 40 hingga 58 cm. Sedangkan untuk garis tengah alias diameternya adalah 3 hingga 3,5 cm.

Setiap daerah di Minangkabau memiliki teknik tersendiri dalam meniup dan memainkan Saluang. Teknik yang sering digunakan di antaranya adalah gaya Solok Salayo, Singgalang, Suayan, Koto Tuo, dll.

Dipercaya juga oleh masyarakat setempat bahwa ada beberapa Saluang yang memiliki daya dan kekuatan magis. Biasanya digunakan untuk mengantarkan sihir maupun ilmu hitam dalam masyarakat setempat.

11. Pupuik Batang Padi

pupuik batang padi
kabanews.com

Di Minangkabau juga terdapat alat musik tradisional yang sangat sederhana dan terbuat dari batang padi. Pada bagian peniupnya, terdapat lilitan yang yang di tengahnya terdapat lidah yang terbuat dari daun kelapa guna menghasilkan suara.

Bunyi yang tercipta dari alat musik Pupuik Batang Padi bernada sangat tinggi dan melengking. Namun tinggi rendahnya dan enak tidaknya suara yang dihasilkan tergantung dari keahlian pemain Pupuik Batang Padi.

12. Serunai

alat musik serunai bengkulu
tetabuhan.sonobudoyo.com

Serunai juga sering disebut sebagai Klarinet Minang sebagai nama keren dan populer. Alat musik ini terbuat dari dua potongan bambu berbeda, bambu yang kecil dimasukkan ke dalam bambu yang lebih besar.

Nada yang dapat dihasilkan oleh alat musik ini berasal dari 4 buah lubang dan menghasilkan nada melodis. Serunai termasuk alat musik yang pembuatannya sulit dilakukan sehingga menjadikan alat musik ini jarang ditemui. Selain itu penggunaan alat musik tiup ini juga sangat jarang, tidak heran keberadaan Sarunai kini kian sulit di temui.

Untuk mendapatkan Sarunai, biasanya harus memesan oleh pembuat Sarunai karena jarang sekali ada penjual Sarunai. Pembeli alat musik ini juga dari kalangan tertentu, biasanya pemesan Sarunai adalah kolektor barang antik dan seorang yang berjiwa seni.

13. Alat Musik Bambu – Oli

alat musik oli
alatmusik.org

Oli merupakan alat musik tiup lainnya yang terbuat dari bambu. Nafas pemeo Oli harus kuat karena cara memainkannya memanfaatkan rongga mulut sebagai resonator. Alat musik ini banyak ditemukan dan tersebar pada kebudayaan masyarakat Melayu meskipun mungkin terdapat sedikit perbedaan pada setiap daerahnya.

Alat musik ini menjadi salah satu yang dilindungi dari kepunahan dan diupayakan agar generasi berikutnya dapat mengenal alat musik ini. Oli sering digunakan dalam acara adat di daerah Sangihe untuk merayakan upacara budaya syukur atau sering disebut Tulide. Selain digunakan dalam acara adat, Oli juga digunakan dalam pagelaran musik bersama dengan alat musik lainnya dalam rangkaian ensambel.

14. Suling Sapi / Feku Ona

suling sapi atau feku ona
tetabuhan.sonobudoyo.com

Alat musik tiup tradisional dari Nusa Tenggara Timur ini terbuat dari kayu. Feku Ona atau biasa juga disebut suling sapi merupakan alat musik jenis ocarina. Seruling dengan bentuk silindris ini sedikit cembung pada bagian yang berlubang dan dilengkapi dengan tali. Para peternak sapi umumnya memainkan feku ona untuk menggirng sapi atau kerbau menuju padang rumput dan hutan ketika sedang menggembala.

15. Suling Balawung

Suling Balawung merupakan alat musik yang berasal dari daerah Kalimantan. Seperti suling pada umumnya, Suling Bawung terbuat dari bambu yang berukuran kecil. Jumlah lubang yang dimiliki Suling Balawung 5 di bagian bawah dan 1 di bagian atas. Uniknya, Pemain alat musik ini biasanya wanita berbeda dengan alat musik lainnya yang lebih identik dengan pria. Wanita yang sering memainkan Suling Bawungan biasanya dari suku Dayak yang bermukim di bantaran sungai Katingan.

Suling Balawung memiliki nada pentatonik 5 nada dasar do, re, mi, fa, sol, dan la. Alat musik ini juga sangat kental dengan unsur magis dan dianggap sakral oleh masyarakat setempat.

16. Pakkeke dari Sulawesi Barat

Pakkeke merupakan alat musik tradisional asal Sulawesi Barat. Alat musik ini jugapopuler dengan sebutan keke. Keunikan keke tidak hanya terlihat dari bentuknya namun juga dari suara yang dihasilkan berbeda dengan alat musik tiup lainnya.

Pakkeke terbuat dari batang bambu yang berukuran kecil dan bagian ujungnya diberi daun kelapa yang dikeringkan lalu dililitkan. Fungsi daun kelapa ini adalah sebagai sumber suara. Pakkeke biasa dibawa dan dibuat oleh petani karena petani jaman dahulu menghilangkan rasa bosan di ladang/sawah dengan alat musik ini.

17. Alat Musik Tiup – Pareret

pareret ntb
tetabuhan.sonobudoyo.com

Pareret NTB telah berkembang di daerah Lombok bagian barat yang di bawa oleh orang-orang Bali. Alat musik ini memiliki keunikan dalam pembuatannya, memerlukan hari yang dianggap baik menurut perhitungan. Yang terpenting adalah sesuai dengan perhitungan “Pahing”, mau hari apapun tidak masalah yang terpenting Pahing. Dalam pembuatannya juga harus menyediakan sesajen yang terdiri dari kepeng bolong, buah pinang, beras, dan benang kotak setukel.

Pembuatan Pareret memerlukan sesajen karena dianggap mampu melindungi perajin agar tidak memiliki mata merah dan berair. Pareret bisa dijumpai dalam persembahyangan dan ulang tahun Pura di Bali, karena dimeriahkan dengan beberapa alat musik salah satunya Pareret.

18. Sarone dari NTB

SARONE NTB
tetabuhan.sonobudoyo.com

Sarone berasal dari daerah Nusa Tengara Barat. Alat musik ini dapat dikategorikan sebagai klarinet karena hanya memiliki satu buah lidah. Sarone terbuat dari bambu berukuran kecil yang dilubangi dan ditambah dengan daun lontar.

Alat musik ini memiliki dua macam, ada yang memiliki 5 buah lubang pengatur nada, ada pula yang memiliki 6 buah lubang pengatur nada. Sarone 5 lubang memiliki nada do, re, mi, fam dan sol. Sedangkan yang memiliki 6 lubang bernada do, re, mi, fa, sol, la, dan si.

19. Suling Bangka

Suling memang dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya di daerah Bangka Belitung. Namun suling dari Bangka Belitung terkenal karena memiliki corak yang unik dan ukiran yang indah sehingga membuat lebih menonjol dari suling biasa.

Bahan yang digunakan untuk membuat suling ini sangat mempengaruhi suara yang dihasilkan. Di zaman modern seperti saat ini, Suling Bangka masih dapat ditemui di Bangka Belitung.

20. Triton

terompet kerang triton
tetabuhan.sonobudoyo.com

Triton merupakan nama sebuah teluk di daerah Papua yang diyakini memiliki keindahan seperti Raja Ampat bahkan lebih indah. Akhirnya Triton juga digunakan untuk nama alat musik tiup yang berasal dari Papua. Hingga kini, alat musik ini dapat ditemui di daerah Yapen, Biak, Wondama, dan Raja Ampat.

Dalam melihat sekilas, tentu anda akan menyangka bahwa Triton adalah hewan hidup. Triton memang terbuat dari bagian binatang hidup, lebih tepatnya cangkang kerang yang sudah dilubangi. Selain sebagai sarana hiburan, Triton memiliki fungsi utama untuk memanggil masyarakat atau memberi tanda.

21. Karinding

KARINDING DAN BAMBU RESONATOR (JAWA BARAT)
tetabuhan.sonobudoyo.com

Alat musik tiup ini berasal dari Jawa Barat, kota yang terkenal pembuat alat musik ini adalah Lewo, Tasikmalaya, Citamiang, dan Garut. Tidak hanya bermanfaat bagai alat musik. Karindding juga mampu mengusir hama sawah.

Karinding pada umumnya dimainkan dengan cara beregu, setidaknyaterdiri dari dua orang maupun lebih. Lagu yang biasa dimainkan dengan iringan Karinding adalah Titisan Karuhun Sunda – Bandung mulang.

Dalam Karinding terdapat 4 macam nada dalam memainkannya, di antaranya yaitu : rereogan, gondangan, tonggeret, dan iring-iringan. Suara yang dihasilkan dari Karinding hampir mirip dengan serangga kecil maupun burung dengan gelombang ultrasonik yang mampu mengganggu pendengaran hama.

22. Pareret Bali

Pareret Bali merupakan alat musik tradisional Bali yang berbentuk layaknya trompet. Alat musik ini biasa digunakan untuk pentas seni Sewo Gati dan upacara adat lainnya. Beberapa masyarakat Bali yang memiliki kepercayaan animisme  yakin bahwa terdapat Pareret yang bisa digunakan untuk ilmu sihir. Mereka yang percaya, meyakini bahwa Pareret Bali dapat digunakan untuk guna-guna kepada wanita agar mau dinikahi. Namun tidak semua masyarakat meyakini kepercayaan tersebut.

23. Bansi Alas atau Bensi

bensi atau bansi alas
tetabuhan.sonobudoyo.com

Alat musik ini berasal dari daerah Aceh yang terbuat dari kayu dengan panjang 41 cm dan berdiameter 3 cm. Bansi Alas serta memiliki 7 buah lubang untuk pengatur nada yang ingin kita keluarkan. Pembuatan Bansi pada zaman dahulu identik dengan adanya berita duka oleh warga setempat yang meninggal dunia. Apabila Bansi dibuat untuk menghormati orang yang sudah meninggal, nantinya Bansi yang sudah jadi akan dihanyutkan di sungai.

Di tanah Alas, dulu Bansi digunakan juga untuk mengiringi tarian khas Desa Telangat Pagan yaitu tarian Landok Alun. Tarian Landok Alun menggambarkan kegembiraan yang dirasakan para petani yang mendapat rezeki melimpah berupa panen dan kondisi lahan yang baik.

24. Kecapi Mulut

kecapi mulut
tetabuhan.sonobudoyo.com

Kegunaan alat musik Kecapi Mulut biasanya hanya untuk hiburan pemainnya sendiri karena suara yang dihasilkan tidak terlalu keras. Keberadaan alat musik ini sudah sangat jarang ditemukan. Salah satu tempat yang menyimpan Kecapi Mulut untuk bahan koleksi adalah Museum Loka Budaya Universitas Cendrawasih.

Alat musik tiup ini memiliki bentuk yang sangat sederhana dan memiliki suara yang sederhana. Untuk memainkannya juga sederhana, kecapi mulut harus dijepit di antara bibir kemudian ditiup sambil menarik talinya.

25. Amyen

amyen alat musik tiup
tetabuhan.sonobudoyo.com

Selain Triton, Papua juga memiliki alat musik tiup Amyen yang memiliki bentuk seperti trompet namun ada yang mengatakan seperti suling. Pada zaman dulu, alat musik ini digunakan untuk memberi peringatan apabila terdapat ancaman dari musuh perang maupun bencana. Namun akhirnya alat musik ini juga digunakan untuk mengiringi tarian dan upacara adat. Alat musik ini dibuat menggunakan bahan utama kayu putih.

26. Ole-ole

Ole-ole merupakan alat musik tiup yang sangat sederhana, terbuat dari batang padi dan memanfaatkan daun kelapa sebagai resonatornya. Alat musik ini hanya terbuat dari satu ruas batang padi. Pada ruas batang padi tersebut, pangkal ujung dekat ruasnya dipecah sehingga pecahan tersebut menjadi penggetar udara. Ole-ole juga tidak jarang memiliki lubang pada batangnya.

Ole-ole memiliki lubang yang tidak beraturan tergantung pembuatnya menginginkan nada bagaimana. Pada pangkalnya, Ole-ole diberi gulungan daun tebu atau kelapa sebagai pengeras suara.

27. Yori

YORI (SULAWESI TENGAH)
tetabuhan.sonobudoyo.com

Kalau biasanya alat musik tiup terbuat dari bambu maupun bagian binatang, beda halnya dengan Yori. Yori merupakan alat musik yang terbuat dari kulit pelapah enau dan tali dari kulit kayu. Tidak heran keberadaan alat musik ini tidak mudah ditemui karena bahan dan pembuatannya memakan waktu yang lama.

Suara yang dapat dihasilkan alat musik ini sangat terbatas tidak terlalu keras, biasanya tidak dapat didengar di jarak 8 meter lebih. Pada umumnya, fungsi Yori sendiri memang sebatas untuk menghibur diri agar suasana tidak sunyi.

28. Korno atau Tahuri

TAHURI - TEROMPET KERANG (MALUKU)
tetabuhan.sonobudoyo.com

Selain Papua yang memiliki Triton sebagai alat musik yang berbahan dasar kerang, Maluku memiliki Tahuri yang terbuat dari kerang juga. Bagi yang belum mengetahui, mungkin akan mengira alat musik tiup ini hanyalah sebuah pajangan. Alat musik ini dipercaya sudah ada di Maluku sejak abad ke-19.

Tahuri juga sering digunakan sebagai sarana pemanggil masyarakat setempat untuk berkumpul maupun untuk memberi peringatan bahaya. Alat musik Tahuri sering digunakan dalam pentas musik tradisional bersamaan alat musik tradisional lainnya.

29. Kohotong

Kohotong merupakan alat musik yang terbuat dari dahan tanaman liar. Alat musik Kohotong kini sudah sangat sulit ditemukan karena keberadaan alat musik tiup tradisional ini sudah tergeser oleh alat musik lain.

Walaupun menggunakan dahan tanaman liar, tanaman liar yang digunakan untuk membuat Kohotong bukanlah sembarang tanaman liar. Biasanya bahan yang digunakan sebagai pengganti dahan tanaman liar adalah dahan pohon enau.

30. Alat Musik Tiup – Kadire

kadire kalimantan timur
tetabuhan.sonobudoyo.com

Keledi atau yang sering disebut Kadire merupakan alat musik tiup yang biasa dimainkan oleh masyarakat Suku Dayak. Kadire dapat menghasilkan suara dengan cara meniup tempurung kelapa yang dikeringkan tersebut. Tempurung kelapa juga berfungsi untuk mengatur nada Keledi.

Alat musik yang menghasilkan nada pentatonik ini biasa digunakan untuk mengiringi nyanyian daerah, teater, tarian, maupun hiburan lainnya.

Demikian 30 daftar alat musik tiup tradisional yang dapat ditemukan di Indonesia. Dengan membaca artikel ini tentunya selain menambah wawasan pembaca, juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap bangga terhadap kekayaan Indonesia.

Marilah sebagai penerus bangsa dan bagian bangsa yang baik, perbanyaklah pengetahuan mengenai kekayaan Indonesia dan lestarikanlah. Dengan begitu, kepayang bangsa tidak hanya menjadi cerita di masa mendatang. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu pembaca. Terima kasih.

Leave a Comment

%d bloggers like this: